toward for truth

the lord of the world my life for islamic civilization

Minggu, 22 Juni 2008

Model-Model Penelitian

Model-Model Penelitian Distingsi

Antara Satu Dengan Yang Lainnya

· PENGERTIAN

Research (penelitian) dapat didevinisikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Sedangkan metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Metode ilmiah adalah sutu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian atau ilmu yang mempelajari metode-metode ilmiah untuk mengadakan suatu penelitian. Sedangkan metodologi penelitian Islam berarti ilmu yang mempelajari metode-metode ilmiah untuk mengadakan suatu penelitian di lembaga pendidikan.

· FUNGSI PENELITIAN

Kegunaan penelitian dalam konteks pengembangan ilmu pengetahaun yaitu untuk mencari kebenaran dan mengembangkan suatu ilmu pengetahuan.

Penelitian dalam mengambil bentuk bermacam-macam tergantung dari sudut pandang mana yang akan digunakan untuk melihatnya, Melihat dari segi yang ingin dicapai, penelitian dapat dibagi menjadi penelitian menjelajah (exploratory/deskriptif) dan penelitian yang bersifat menerangkan (explanatory). Dalam penelitian yang sifatnya menjelajah, dimana pengetahuan mengenai persoalan masih sangat kurang atau belum sama sekali maka teori-teorinya belum ada atau belum diperlukan.

Demikian pula dengan penelitian yang bersifat deskriptif. Sedangkan dalam penelitian yang bersifat menerangkan dimana sudah pasti ada teori-teori yang menjadi dasar hipotesa-hipotesa yang akan diujikan, jelas memerlukan teori

MODEL- MODEL PENELITIAN

1. Berdasarkan tempat

a. Penelitian pustaka yaitu suatu penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan, penelitian ini sering digunakan oleh mahasiswa yang melakukan penelitian tentang pemikran keislaman dan pergulatan pemikiran.

b. Penelitian Labolatorium yaitu suatu penelitian yang dilakukan dalam labolatorium

c. Penelitian Lapangan yaitu suatu penelitian yang dildkukan di lapangan atau lokasii penelitian.

2. Berdasarkan Sifat

a. Penelitian dasar yaitu penelitian ynag bermula dari kenyataan obyektif yang diamati secara empirik.

b. Penelitian Vertikal yaitu penelitian yang bermula dari teori yang ada kemudian dihubungkan kenyataan obyektif yang diamati empirik dan ditelaah melalui analisis ilmiah sebagai koreksi atas kebenaran teori tersebut.

c. Penelitian Survey yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan pemeriksaan terhadap gejala yang berlangsung di lokasi penelitian.

3. Berdasarkan Jenis

a. Penelitian Eksploratif yaitu suatu penelitian yang bermaksud mengadakan penjajakan atau pengenalan terhadap gejala tertentu.

b. Penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang bermaksud mengadakan pemeriksaan dan pengukuran-pengukuran terhadap gejala-gejala tertentu.

c. Penelitian Konformatif yaitu suatu penelitian yang bermaksud menelaah dan menjelaskan pola hubungan antara dua variabel atau lebih.

d. Penelitian Evaluatif yaitu suatu penelitian yang bermaksud mengevaluasi pelaksanaan.

e. Penelitian Prediktif yaitu suatu penelitian untuk meramalkan gejala yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang.

4. Berdasarkan Guna

a. Penelitian Murni yaitu suatu penelitian yang semata-mata digunakan untuk memelihara kesinambungan dan integritas pemikiran ilmiah.

b. Penelitian Terapan yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk kepentingan praktis baik untuk pengembangan atau perbaikan tata dan nilai sosial maupun tata nilai ekonomi.

· PENELITIAN AGAMA ISLAM

Dalam penelitian Agama Islam tidak hanya cukup dengan menguasai kaidah-kaidah dan dimensi ilmiah sebagaimana dalam penelitian sains dan teknologi.

a. Syarat-syarat peneliti agama Islam :

Ø Menguasai nomenklator ajaran Islam

Ø Mengusai metodologi ilmiah

Ø Memilki komitmen yang tinggi

Ø Beragama Islam

Ø Mengusai bahasa asing yaitu Arab dan Inggris

b. Tahapan penelitian Agama :

a. Pra lapangan yaitu persiapan yang diperlukan sebelum penelitian dilakukan

Ø Menyusun proposal penelitian

Ø Memilih lapangan penelitian

Ø Mengurus perizinan

Ø Studi eksplorasi keadaan lapangan

Ø Memilih informan

Ø Menyiapkan perlengkapan penelitian

b. Metode Penelitian Agama

1. Metode Sui Generic yaitu metode ilmu perbandingan agama yang khusus dan berbeda dengan metode-metode lain.

2. Metode Saintifis adalah metode ilmiah

3. Metode sintesis adalah metode alternatif merupakan pendekatan yang ditawarkan sebagai jalan tengah dari pendekatan antara dua kubu yang mempertahankan metode Sui Generis/metode ilmiah.

Model-model penelitian yang telah disebutkan di atas sangat diperlukan oleh para cendikiawan untuk mengadakan penelitian, guna memudahkan dalam mencari informasi atau kebenaran suatu gejala tertentu.

Perintah untuk mengadakan penelitian telah tercantum dalam Al-Quran dan Al-Hadits, diantaranya :

· “ Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Q.S.29: 43)

· Katakanlah : adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? “ sesungguhnya orangb yang berakallah yang dapat menerim pelajaran”. (Q.S. 39:9)

REFERENSI :

Dr. H. Dadang Khomad, Metode Penelitian Agama, Pusaka Setia, Bandung : 2000.

Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA., Metode Studi Islam, Grafindo Persada, Jakarta : 2000.

Nuraida. M.Ag, Diktat Metodologi Penelitian, Aulia Publishing House. Ciputat 2007

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda